Per hari ini (Juli 202) Indonesia telah memasuki masa pandemi virus covid-19 atau korona selama satu tahun empat bulan, dihitung secara kasar. Dan itu artinya secara global umur pandemi virus ini lebih lama lagi mengingat virus pertama terdeteksi di Wuhan China pada 2019.
Satu tahun berlalu, tapi kondisi tidak makin membaik, justru makin terpuruh dan chaos. Dan sedihnya lagi, bukan hanya di Indonesia, melainkan hampir di sebagian besar dunia.
Selain karena virus itu sendiri, kengerian dan chaos juga dipicu oleh keriuhan baik secara real maupun di dunia Maya yang malah makin tak terkendali. Ada yang chaos dan kalang kabut karena kasus positif dan kematian karena covid makin membludak, ada yang masih riuh karena berita konspirasi, ada pro-kontra serta cerita-cerita hiperbola terkait vaksin, belum lagi pagêblug yang menimpa banyak daerah.
Bicara soal kematian, di desaku sendiri dan desa-desa di sekitar juga tak luput dari tragedi pagêblug. Banyak sekali berita duka, bahkan hampir setiap hari. Memang bukan karena kasus covid, tapi banyak nyawa tumbang yang mayoritas karena penyakit menahun yang diderita.
Apakah dunia dan bumi sedang membersihkan dirinya dengan mengurangi jumlah populasi manusia???
Lain di real life lain pula di sosmed, hampir tiap kali membuka sosmed dan grup-grup wa alumni sekolah, juga hampir selalu ada saja berita duka. Semua serasa seolah-olah kita memang sedang berperang dan bertaruh antara hidup dan mati.
Situasi pandemi benar-benar sedang mengukir sejarahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar