Minggu, Oktober 22, 2023

Seribu Dian

sebuah puisi yang frasa judulnya diilhami dari penggalan lirik lagu campur sari yang akhir-akhir ini viral kembali dan banyak dibuat dance covernya: Taman Jurug.

....  lir sewu dian anglerap nggugah kenangan ...

 

Seribu Dian

 

malam ini seorang kekasih datang padaku membisikkan bahwa seribu dian akan disulut di alun-alun, dari segala penjuru ribuan perempuan memanggul teplok di kepalanya, memendarkan warna-warni cahaya yang barangkali dicuri dari jutaan bintang, sebab di langit kini kosong,

—atau kunang-kunang?

 

bocah-bocah riuh mengulur sumbu yang mereka wedar dari segulung bulan bulat di puncak cemara, satu-satunya yang tersisa, aku tak menemukan kekasih lain selain kekasihku, syair dan kidung tentang asmara sudah lama tak terdengar di kota ini,

 

lewat tengah malam, yang tak lagi ditandai bulan, seribu dian telah disulut di alun-alun, ribuan perempuan memeluk agar bocah-bocah tak kembali penasaran dan usil mematikan nyalanya, sebab, lagi-lagi, di langit kini kosong.

 

namun tiba-tiba, di situ, di puncak mezbah kulihat kekasihku terbaring, seorang perempuan menghunuskan belati tepat di jantungnya, aku berteriak, berontak, namun suara dan tubuhku tak ke mana, seribu perempuan menatapku dengan iba yang terlampau biasa, sebab mereka kini memeluk nyala teploknya sendiri-sendiri,

 

di tanganku sebilah belati menjelma sebentuk dian, darah anggur berleleran menjelma cahaya merah yang mahaindah bagai habis dikecupi jutaan gemintang

—mungkin kunang-kunang

 

pada bibirku terukir sebentuk senyum saat kucumbui jantung kekasihku, memasukkannya pada celah dadaku untuk kulahirkan kembali nanti, dan seribu dian akan kembali disulut, lewat belati yang menghujam jantung kekasihku.

 

 2020-2022



 dian. lentera

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Membangun Kebiasaan Kecil-Kecil

 Memasuki bulan Desember tahun 2022, saya sempat berfikir dan bertekat: tahun depan harus punya peningkatan atau self improvement , setidakn...