Separuh hidup saya, saya warnai dengan musik K-Pop, memang. Namun saya juga menikmati musik dangdut, pop, jazz, klasik, Opera, dan lain-lain. Tapi sejujurnya saya tidak paham musik dan gendre musik apapun.
Sekali lagi, bagi saya, musik adalah bahasa perasaan yang universal.
Melodi dan irama sungguh menjelma nyawa musik bagi saya.
Melodi dan irama adalah yang selalu membuat saya jatuh cinta pada suatu musik, baru kemudian lirik dan syairnya, jika musik itu berupa lagu.
Mungkin, bagi beberapa orang, lirik dan syair yang penuh makna bernilai lebih. Tapi tidak bagi saya. Sebagus dan sebermakna apapun lirik dan syair sebuah lagu akan jadi tidak menarik di hati saya jika melodi dan iramanya tidak mampu menyentuh perasaan saya.
Musik dan lagu, bagi saya juga merupakan penyimpan memori. Musik-musik Ballad Super Junior misalnya, saat ini jika playlist saya memutar salah satu lagu Ballad Super Junior, maka serta Merta di memori saya terputar pula kenangan di masa lalu yang paling berkesan dengan lagu itu. Entah mungkin kenangan pertama kali saya mendengarnya, entah momen yang tak sengaja di latar belakangi lagu itu, pun kerinduan pada seseorang yang dulu mampu saya tatap saat musik itu terputar.
Sekali lagi, bagi saya, musik adalah bahasa perasaan yang universal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar