Senin, Januari 06, 2020

Gadis yang membangun sungai dan curug

Beberapa hari ini aku teringat dongeng tentang gadis kecil kecil yang berusaha membangun sungai-sungai dan curug-curug kecil. Ia membangun sungai untuk mengalirkan bermacam-macam air yang hendak disaringnya dari waduk yang usang dan tenang, serta curug-curug kecil untuk melahirkan gemericik yang akan meningkahi kesunyian waduknya.

Setiap hari, gadis kecil itu berdandan dengan pita di rambut keritingnya, serta mantel membungkus tubuh gembulnya. Sambil menenteng sepasang batok kelapa, ia berjalan menyusuri setapak menuju waduknya yang tersembunyi di hutan. Batok itu adalah perkakas kesayangannya untuk menggali aliran sungai-sungai yang ia impikan.

Berbulan bahkan tahun berlalu, gadis itu selalu datang dengan pita di rambut keritingnya dan mantel melingkupi tubuh. Ia datang dan bekerja membangun sungai, tapi sekian waktu berlalu tak kunjung usai.
Ia gali satu aliran, lalu lompat ke aliran lainnya. Ia tumpuk batok dan bebatu agar menjadi curug, lalu bergeser ke menumpuk batok dan bebatu bagi calon curug lainnya.

Terus, dan terus. 

Gadis kecil itu terus membangun sungai-sungai untuk mengalirkan bermacam-macam air yang ia saring dari waduknya yang usang dan tenang. Ia terus membangun curug-curug untuk mencipta gemericik yang riuh.

Lagi, dan lagi.

Hingga beberapa hari ini aku mulai tersadar, ini adalah dongeng yang kuciptakan sendiri dalam kepalaku.


Januari, 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Membangun Kebiasaan Kecil-Kecil

 Memasuki bulan Desember tahun 2022, saya sempat berfikir dan bertekat: tahun depan harus punya peningkatan atau self improvement , setidakn...